Ditulis pada 8 Juni 07 oleh on2hood
Jika anda ingin menjalankan atau ingin login yahoo messenger dengan user id lebih dari satu atau user id berbeda dalam satu PC maka anda tidak perlu repot-repot mencari software untuk hal tersebut. Yang perlu anda lakukan adalah melakukan sedikit tweak pada Registry Windows (Regedit) anda. Caranya mudah sekali kok, ikuti langkah-langkah berikut ini :
1. Start >> Run…>> regedit
2. Buka HKEYCURRENTUSER >> Software >> yahoo >> pager >> test
3. Pada sebelah kanan, klik kanan >> New >> DWORD value
4. Beri nama Plural tekan enter 2 kali dan berikan nilai 1.
Untuk menjalankannya silahkan jalankan Yahoo Messenger seperti biasa, kemudian jika anda ingin login dengan id yang berbeda anda tinggal klik lagi shorcut Yahoo Messenger yang ada di Start Menu/Desktop/Quick Launch. Setelah anda klik akan muncul window Yahoo messenger baru, dan silahkan login dengan id yang berbeda.
Jika setelah menjalankan langkah-langkah diatas tetapi anda belum berhasil, coba logout dari Yahoo Messenger dan Exit, kemudian jalankan lagi dari shorcut yang tersedia. Jika masih belum bisa, coba restart Windows anda atau periksa apakah Registry Windows anda di-lock oleh administrator (Biasanya untuk komputer kantor/security reason).
Tips ini sudah terbukti manjur pada Yahoo Messenger Versi 8.0.xxx,
Selamat Mencoba, Semoga berhasi
Pada saat setelah haid, permukaan rongga rahim yang terkelupas ketika haid
akan kembali ditumbuhi oleh lapisan baru. Setiap selesai haid, lapisan
rongga rahim itu akan kembali dimatangkan atau disuburkan agar siap untuk
menjadi tempat kehamilan pada siklus haid bulan berikutnya. Pembentukan
lapisan permukaan rongga rahim yang baru ini berlangsung secara bertahap
berhari-hari hingga sampai pada keadaan yang cocok untuk digunakan sebagai
tempat kehamilan.
Sekitar 2 minggu (14 hari) sebelum jadwal haid bulan berikutnya, lapisan
permukaan rongga rahim ini sudah dalam keadaan subur dan siap untuk menerima
calon janin.
bersamaan dengan matangnya rongga rahim, yaitu sekitar 2 minggu sebelum
jadwal haid berikutnya, normalnya akan ada sebuah sel telur (ovum) matang
yang keluar dari kandung telur (ovarium) yang siap untuk dibuahi oleh
sperma. Keluarnya sebuah sel telur matang dari kandung telur ini dikenal
dengan istilah Ovulasi.
Jadi, sekitar 14 hari sebelum haid itu normalnya akan selalu terjadi dua
peristiwa kematangan, yaitu matangnya rongga rahim sehingga siap untuk
menjadi tempat kehamilan, serta peristiwa matangnya sebuah sel telur yang
siap untuk dibuahi. Kedua peristiwa ini berlangsung secara bersamaan, dan
akan terus terjadi berulang kali di setiap siklus bulanan haid selama lebih
dari 30 tahun usia subur wanita hingga menjelang menopause, kecuali bila
terjadi kehamilan atau ada faktor penghambat lainnya.
Hari terjadinya ovulasi itu memang dihitung bukan dari hari pertama haid di
bulan yang bersangkutan, tapi dihitung dari hari pertama haid bulan
berikutnya. Praktisnya untuk menghitung tanggal perkiraan ovulasi adalah
dengan cara mengurangi 14 hari dari lamanya siklus haid. Hal ini karena haid
itu umumnya terjadi pada 14 hari setelah ovulasi.
Jadi misalnya bila siklus haid bulanan seorang wanita adalah 30 hari, maka
hari subur (ovulasi) akan terjadi sekitar hari ke-16 yaitu dari perhitungan
30 dikurangi 14.
Sebagai catatan, hari pertama haid di bulan tersebut dinyatakan sebagai hari
ke-1. Contoh lain, bila siklus haidnya 35 hari, maka hari suburnya adalah
hari ke-21 yaitu dari 35 dikurangi 14. Demikian juga untuk siklus haid 28
hari maka ovulasi akan terjadi sekitar hari ke-14, dan seterusnya.
Patokan jarak 14 hari dari haid bulan berikutnya untuk masa subur sel telur
ini, memang berlaku untuk semua wanita yang normal. Berapapun jarak siklus
haid bulanan seorang wanita, baik yang jarak siklusnya 22 hari, 25 hari, 28
hari, 35 hari, dll., maka keluarnya sel telur matang atau ovulasi atau hari
subur ini terjadi pada jarak waktu yang sama, yaitu sekitar 14 hari (2
minggu) sebelum hari pertama haid bulan berikutnya.
Dalam setiap bulan atau dalam setiap satu siklus haid, normalnya hanya ada
sebuah sel telur saja yang matang, dan kemudian dikeluarkan oleh kandung
telur ke mulut saluran yang menuju rongga rahim. Namun sel telur matang ini
setelah keluar dari kandung telur, ternyata masa suburnya hanya berlangsung
sebentar saja, karena sel telur matang ini hanya mampu bertahan hidup
beberapa jam saja.
Bila pada saat ovulasi atau tepat pada hari ketika keluarnya sel telur
matang ini dilakukan hubungan suami istri, dan sel sperma berhasil membuahi
sel telur matang ini, maka akan terjadi kehamilan, asalkan tidak terdapat
faktor kelainan atau penghambat. Hal ini karena dalam setiap satu siklus
bulanan, masa subur wanita hanya terjadi pada satu hari ketika ovulasi saja.
Adapun sperma, masa suburnya itu terjadi setiap hari, sehingga setiap saat
keluar ketika hubungan badan, sel sperma normalnya selalu dalam keadaan
subur.
Oleh karena itu maka hanya hubungan badan yang dilakukan di sekitar ovulasi
saja yang bisa menyebabkan kehamilan, yaitu sekitar 14 hari sebelum jadwal
haid berikutnya. Sedangkan hubungan suami istri yang dilakukan di luar
ovulasi atau di luar masa subur wanita maka tidak akan menyebabkan
kehamilan, karena di luar masa subur tersebut tidak akan ada sel telur
matang yang bisa dibuahi.
Dengan demikian bila misalnya siklus haid bulanan seorang wanita adalah 30
hari, maka kehamilan bisa terja di kalau hubungan suami istri dilakukan
sekitar hari ke-16 siklus haidnya (30 dikurangi 14). Contoh lain, pada
wanita yang memiliki siklus haid 35 hari maka hubungan badan yang bisa
menyebabkan hamil adalah kalau dilakukan sekitar hari ke-21 sesudah haid
sebelumnya. Demikian juga untuk wanita yang siklus haidnya 28 hari maka bila
dilakukan hubungan suami istri sekitar hari ke-14 maka bisa hamil juga, dst.
Perhitungan masa subur wanita seperti di atas ini tentunya akan mudah
dilakukan bila siklus haidnya teratur setiap bulan. Sedangkan pada wanita
yang datang haidnya tidak teratur tentu saja akan sulit menerapkannya. Namun
sekarang sudah ada alat test kesuburan atau ovutest yang juga sudah dijual
bebas di pasaran. Melalui alat ini masa subur setiap wanita bisa diketahui
dengan mudah, termasuk pada wanita yang siklus haidnya tidak teratur. Alat
ini ada yang menggunakan metoda pemeriksaan air kemih dan ada juga yang
melalui pemeriksaan air ludah.
Pada pemeriksaan air kemih, prinsipnya adalah mendeteksi kadar hormon
perangsang ovulasi yaitu Luteinizing Hormon ( LH) yang dihasilkan tubuh
wanita. Sekitar 1 - 2 hari sebelum ovulasi, hormon LH ini selalu melonjak
hingga mencapai kadar tertinggi, kemudian turun lagi setelah ovulasi.
Sedangkan pada alat yang menggunakan pemeriksaan air ludah, prinsipnya
adalah mendeteksi kadar elektrolit yang ada di dalam air ludah yang selalu
meningkat pada wanita subur di sekitar 3 hari sebelum ovulasi, dan kemudian
menurun kembali sekitar 3 hari setelah ovulasi.
Pada beberapa hari sebelum ovulasi sampai beberapa hari sesudah ovulasi
tersebut yaitu ketika LH maupun elektrolit meningkat, pemeriksaan ovutest
akan menunjukkan hasil yang positip. Hari-hari yang positip ini disebut juga
“jendela kesuburan”.
Pemakaian alat ovutest ini bisa dilakukan setiap bangun pagi, setelah
selesai haid, setiap hari dalam beberapa bulan pertama hingga bisa
mempelajari grafik siklus normal bulanannya dan saat-saat masa suburnya.
Melalui “jendela kesuburan” dari hasil ovutest ini memang bisa diketahui
secara obyektif masa subur setiap wanita, termasuk bagi wanita yang haidnya
tidak teratur. Tapi bagaimanapun juga test ini tidak bisa mendeteksi secara
pasti tentang kapan, hari, jam dan menit waktu terjadinya ovulasi. Namun
yang pasti bahwa lonjakan kadar LH yang selalu terjadi sekitar 1 - 2 hari
sebelum ovulasi, atau pun lonjakan elektrolit yang terjadi sekitar 3 hari
sebelum ovulasi, bisa dideteksi oleh alat ovutest.
Bagi suami istri yang menginginkan punya anak, hubungan badan di hari-hari
awal masa “jendela kesuburan” ini akan memberikan peluang yang lebih besar
untuk mendapatkan kehamilan. Sebaliknya, masa “jendela kesuburan” ini bisa
juga digunakan sebagai patokan untuk menghindarkan hubungan badan bagi suami
istri yang tidak menghendaki kehamilan ( metoda KB alami/ pantang berkala),
meskipun efektivitas cara ini tidak bisa dijamin berhasil 100 % dalam
mencegah kehamilan.
Dalam keadaan normal, sehari sebelum terjadinya ovulasi atau bersamaan
dengan mulai melonjaknya hormon LH, suhu tubuh biasanya meningkat sekitar
0,5 derajat celcius dari sebelumnya. Selanjutnya suhu setinggi ini akan
tetap bertahan hingga datangnya hai d berikutnya. Begitu terjadi haid, suhu
tubuh akan turun lagi 0,5 derajat celcius kembali ke suhu sebelum ovulasi.
Kemudian sekitar sehari menjelang ovulasi berikutnya suhu naik lagi, dan
terus naik turun di setiap menjelang ovulasi dan ketika haid, yang terjadi
secara periodik dalam setiap siklus bulanan haid.
Pengukuran suhu yang terbaik adalah langsung ketika bangun pagi, sebelum
bangkit dari tempat tidur. Bila hal ini dilakukan rutin setiap hari sejak
haid kering, maka pada hari kedua setelah terjadinya kenaikan suhu bisa
dijadikan sebagai patokan perkiraan hari subur atau ovulasi. Pada saat
itulah, bila dilakukan hubungan suami istri, akan mendapatkan peluang yang
besar untuk terjadi kehamilan.
Sekarang malah di pasaran sudah ada termometer digital berprogram komputer
yang dirancang khusus untuk test kesuburan. Bila alat ini dipakai oleh
wanita setiap hari, maka menjelang masa subur atau ovulasi, dari alat ini
akan keluar sinyal indikator dan suara alarm tanda masa subur yang akan
menyala secara otomatis.
Bahkan akhir-akhir ini ada juga jam tangan wanita yang dilengkapi dengan
termometer khusus, untuk mendeteksi masa subur. Sehingga begitu datang masa
subur maka secara otomatis akan ada tanda peringatan dari jam tangan yang
dipakai tersebut. Namun tentu saja bila tubuh sedang menderita demam,
pendeteksian kesuburan melalui suhu ini akan sulit diketahui dengan akurat.
Penulis adalah Alumnus Fakultas Kedokteran UNPAD Bandung, bertugas di
Kalsel.
Berhubungan Seks Saat Hamil
Kehamilan adalah masa dengan banyak perubahan bagi sepasang suami-istri, tak terkecuali dengan hubungan seksual. Pada masa ini Anda dan pasangan mungkin mengalami emosi dan perasaan berbeda pada masa-masa itu, bahkan tak jarang menjadi labil sehingga komunikasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan sejak masa itu mulai.
Berhubungan seks di masa kehamilan memicu banyak pertanyaan di baliknya, meskipun secara medis berhubungan seks selama hamil bukan hal yang keliru, namun tak ada salahnya mencermati beberapa informasi bersenggama di masa kehamilan.
Bersenggama, penetrasi serta orgasme merupakan hal yang benar-benar aman sepanjang ibu hamil dalam konsidi kesehatan baik, mengingat janin dilengkapi dengan pelindung yang berupa cairan amniotik (air ketuban).
Seorang wanita sehat dengan kehamilan normal bisa terus berhubungan seks sampai usia kandungannya mencapai sembilan bulan tanpa perlu takut melukai diri sendiri ataupun janinnya.
Mungkin dokter atau bidan Anda akan memberikan panduan dasar agar bersenggama semakin nyaman tanpa terhalang kehamilan, selain memberikan batasan-batasan serta larangan selama periode tertantu, terutama jika si ibu hamil pernah mengalami:
Pernah mengalami keguguran
Pernah mengalami kelahiran dini
Infeksi dari masing-masing pasangan
Kehadiran janin lipat ganda
Pendarahan selama hubungan tubuh
Terasa sakit selama hubungan badan
Pecahnya air ketuban atau kebocoran cairan dari vagina
Selama trimester pertama, banyak wanita mengalami gejala fisik seperti mual, muntah, dan kepenatan yang mungkin mempengaruhi hasrat mereka untuk berhubungan seks.
Frekuensi buang air kecil sudah menjadi sebuah rutinitas dan beberapa wanita yakin berhubungan seks akan memperburuk kondisi tersebut. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, melakukan hubungan seks dengan suami menjadi sebuah ‘momok’ bagi Anda, bahkan menjadi hal yang tak menggairahkan dibanding pra-kehamilan. Kelembutan payudara mulai terasa pada trimester pertama dan berlanjut sepanjang kehamilan.
Pada beberapa kasus kehamilan, beberapa wanita merasa tak nyaman dengan perangsangan payudaranya, sedang yang lainnya merasakan hal tersebut sangat nikmat. Kehamilan bisa menjadi saat di mana Anda dan pasangan bisa mencoba posisi dan bentuk keintiman yang berbeda untuk mencapai kepuasan tanpa harus terhalang dengan perubahan bentuk badan. Jenis aktivitas intim (mencium, memeluk dan membelai, masturbasi, oral seks) akan sangat menyenangkan saat masa kehamilan.
Banyak ketidaknyamanan di awal kehamilan akan berakhir selama trimester kedua. Kebanyakan wanita mengalami peningkatan energi dan kenaikan nafsu seksual saat rasa tak nyaman tersebut mulai berkurang. Selama trimester kedua ibu yang penuh harap mulai merasa lebih bisa menjadi diri sendiri, vagina jadi terasa lebih penuh dan kuantitas pelumas vagina bertambah sewaktu posisi bayi mulai turun merendah di panggul. Banyak wanita mengatakan mereka lebih mudah terangsang dan lebih responsif secara seksual selama periode ini.
Perut yang membesar saat kehamilan membuat hubungan seksual menjadi tak nyaman. Banyak pasangan menemukan posisi berbaring bersampingan, saling berhadapan atau masuk dari posisi belakang mengatakan lebih merasa nyaman. Jika Anda merasa tertekan selama bersenggama, ada baiknya menghindari penetrasi terlalu mendalam. Bantuan bantal atau pelumas tambahan mungkin dapat mengurangi rasa tak nyaman. Bersenggama dengan posisi wanita di atas biasanya menghasilkan penetrasi yang lebih mendalam, walaupun lebih memungkinkan pihak wanita yang mengontrol kedalaman penetrasi.
Perangsangan pada payudara mungkin akan membuat colostrums (cairan kekuning-kuningan yang bening) keluar, namun tak perlu khawatir karena cairan tersebut adalah hal wajar dan tak berbahaya, meskipun untuk beberapa pasangan terasa tidak menyenangkan.
Beberapa wanita lebih suka menghindari orgasme karena kontraksi yang menyertai membuat terasa tak nyaman, padahal orgasme bukanlah hal yang berbahaya.
Pengertian, kehangatan, dan dukungan sangat dibutuhkan kedua belah pihak selama minggu-minggu terakhir kehamilan saat tekanan bertambah dan hubungan seksual juga mungkin terasa mulai melelahkan atau tak nyaman.
Jika dokter Anda menyarankan untuk menghindari penetrasi, seks oral atau onani mungkin menjadi pilihan yang dapat diterima. Namun pasangan Anda sebaiknya tidak terlalu jauh berpenetrasi ke dalam vagina selama seks oral karena bisa mengancam kehidupan emboli udara.
Anda dan pasangan akan mengalami banyak perasaan unik selama masa kehamilan. Komunikasi terbuka dan ekspresi seksual selama masa ini bisa membuat Anda dan pasangan semakin dekat dan semakin saling mengenal. Jangan segan membicarakan keluhan atau pertanyaan bersengama pada masa kehamilan kepada dokter Anda. (mckinley/erl)
sumber : kapanlagi.com
A while back I purchased a refill kit for my Ink jet printer because I had planned on printing a lot of photos and such because I loved the quality of my new HP printer compared to my old Lexmark. Yesterday, I decided to refill the ink cartridges because I was getting a little low and I needed to print 4 8×10 photos with my printer. The refilling went fine, although a little messy, but I got it refilled and the photos printed. The only bad thing is when i put the cartridges back in, the HP printer remembered the cartridge and its ink level. So it kept reporting that I was low, when I was not. I think the printer would continue to print even if I did not reset it, but I wanted to use it to estimate how much ink I had left until I need to refill again.
So I did a little research and found out that the ink cartridges for my printer (The C8727A #27 for Black and the C8728A #28 for 3 Color Cartridge) have a handy dandy serial number encoded on the chips that the printer reads and remembers the last 3 used and the ink level. I would kinda assume so if you stick a photo ink cartridge in there, that when you put the old one in, it will know its ink level, along with the photo cartridge when you put it back in there later on in life. Either way, this was getting in my way.
Resetting the cartridges wasn’t hard, just annoying. It requires taping off some contact points on the cartridge and reinserting the thing 3 times. Below are the instructions I used in order to make my printer think it is a new cartridge. You will have to use the image below the instructions to know exactly which pin I am talking about on the different cartridges. They are not actually colored in real life, but you should have known that.
- Turn printer on and take the cartridge out of the printer. I took the paper out also, otherwise it will print an alignment sheet every time you put the cartridges back in. Letting it not print one did not seem to bother the printer or cause the instructions to not work.
- Cover the pin marked in Red (see below) with tape on the cartridge you refilled. You can do both the Color and Black cartridges at the same time if you like.
- Put cartridge back in printer and shut access door and let the printer do its thing. Eventually it will stop making noises and indicate an error. Ignore it.
- Open cartridge access door and remove cartridge again. Add another piece of tape covering the pin marked Blue (see below). Both the Red and Blue marked pins need to be covered with tape. Be careful to not cover any other pins. Also, please note that the pin marked Blue is different for the Black and Color cartridges (I screwed this up the first time).
- Put cartridge back in and shut access door. Let printer do its thing until it stops making noises.
- Open access door again and remove cartridges for a final time. Remove all tape covering the pins and return the cartridge back into the printer.
- This time add some paper and print an alignment sheet in order to let the printer align the print heads properly.
- If you check your ink level, they should be marked as full. If not, sorry, I don’t know what happened. Try again.
HP 27 and 28 Ink Level Reset Pins
The pins for the Black cartridge will work on the following cartridges: C6656A (#56) or C8727A (#27)
The pins for the Color cartridge will work on the following cartridges: C6657A (#57), C6658A (#58 Photo), or C8728A (#28)
Good luck resetting your ink levels.

biar agak ngerti pake bhs indo:
1. tutup tanda yang berwarna merah terlebih dahulu dengan selotip, trus pasang ke printernya nanti printernya akan kalibrasi, trus keluarin
2. lalu tutup tanda yang berwarna biru dengan selotip, trus pasang ke printernya lagi biarkan printer kalibrasi, trus keluarin lagi
3. cartridge udah siap dipake dengan indikator full… selamat mencoba deh..